Blogger Widgets Cyber Media: PRESS RELEASE https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoLw36fAfZDnO_haRMGJdZdNzOoWbCtS5GdygcjT07wcio2ByY7CF5jSiD46SRBBOHJbPa5bUiWW3iFIb3TU1blhrGai6Uhal313-i5oQPZSOcuIrXIrZTBN6rtIIGR_8kMX-X-SPR9KY/s128-no/Loading4.GIF Blogger Widgets

Rabu, 15 Oktober 2014

PRESS RELEASE


PRESS RELEASE
Press release adalah tempat untuk memberikan info – info, berita, ataupun kegiatan – kegiatan yang lainnya melalui siaran pers, media rilis, pernyataan pers atau rilis video adalah komunikasi tertulis atau direkam diarahkan pada anggota media berita untuk tujuan mengumumkan sesuatu seolah-olah berita. Biasanya, mereka dikirim, fax, atau e-mail ke editor penugasan di surat kabar, majalah, stasiun radio, stasiun televisi, atau jaringan televisi. Press Release merupakan berita atau informasi yang dibuat oleh praktisi humas (PR/Public Relations Officer) sebuah lembaga atau organisasi. Menulis siaran pers pada dasarnya sama dengan menulis berita (news), seperti dilakukan para wartawan. Oleh karenanya, siaran pers sering diartikan pula sebagai “berita yang dibuat oleh humas”.
Contoh Berita Press Release
Juli 25, 2014 18:45
§  Penjualan neto konsolidasi tumbuh sebesar 26,5% menjadi Rp34,07 triliun
§  Laba usaha naik 50,0% menjadi Rp4,39 triliun
§  Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 34,4% menjadi Rp2,29 triliun
§  Laba per saham menjadi Rp261
Jakarta, 25 Juli 2014 – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (“Indofood” atau “Perseroan”) pada hari ini mengumumkan kinerja keuangan semester pertama untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014, melaporkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 26,5% menjadi Rp34,07 triliun dari Rp26,93 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam hal kontribusi terhadap penjualan neto konsolidasi, 5 (lima) Kelompok Usaha Strategis (“Grup”) Perseroan, yaitu Grup Produk Konsumen Bermerek (“CBP”), Bogasari, Agribisnis, Distribusi dan Budidaya & Pengolahan Sayuran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 44%, 24%, 17%, 7% dan 8 % dari penjualan neto konsolidasi.

Grup CBP yang terdiri dari Divisi Mi Instan, Dairy, Makanan Ringan, Penyedap Makanan, Nutrisi & Makanan Khusus dan Minuman mencatat pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 23,8%, terutama didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata serta penjualan dari Divisi Minuman. Total nilai penjualan Grup Bogasari tumbuh 13,0% disebabkan oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata. Grup Agribisnis membukukan kenaikan total nilai penjualan sebesar 8,3%, terutama didukung kenaikan harga produk kelapa sawit. Grup Distribusi mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 15,0%, karena peningkatan penjualan Grup CBP. Grup Budidaya & Pengolahan Sayuran membukukan total nilai penjualan sebesar Rp2,58 triliun pada semester pertama tahun 2014.

Laba bruto pada periode ini naik 44,8% menjadi Rp9,36 triliun dari Rp6,46 triliun; dan marjin laba bruto meningkat menjadi 27,5% dari 24,0%, antara lain karena naiknya laba bruto yang dicatat oleh Grup Agribisnis dan kontribusi dari Grup Budidaya & Pengolahan Sayuran. Meskipun terjadi kenaikan beban usaha, laba usaha tumbuh 50,0% menjadi Rp4,39 triliun dari Rp2,93 triliun, sedangkan marjin laba usaha meningkat menjadi 12,9% dari 10,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 34,4% menjadi Rp2,29 triliun dari Rp1,70 triliun karena naiknya porsi kepentingan nonpengendali seiring dengan membaiknya kinerja Grup Agribisnis. Marjin laba bersih naik sedikit menjadi 6,7% dari 6,3%. Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, core profit tumbuh 26,7% menjadi Rp2,25 triliun dari Rp1,77 triliun pada tahun lalu. 

Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, mengatakan: “Kami senang dengan pencapaian kinerja semester pertama ini dimana kami mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang kuat. Kinerja perusahaan secara organik juga bertumbuh dengan sehat, didorong oleh meningkatnya kinerja Grup Agribisnis secara signifikan. Keuntungan Grup Agribisnis meningkat tiga kali lipat dikarenakan kenaikan produksi dan harga CPO. Perusahaan mampu mempertahankan kinerja yang baik berkat ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari lima Kelompok Usaha Strategis yang saling melengkapi.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar