FEATURE
Feature
adalah karangan lengkap non fiksi yang dipaparkan secara hidup sebagai
pengungkapan daya kreativitas dan daya pikat manusiawi (human interest) untuk mencapai
tujuan memberi tahu, menghibur, mendidik, dan meyakinkan pembaca. Sampai saat
ini para ahli jurnalistik belum ada kesepakatan mengenai batasan feature.
Masing-masing ahli memberikan rumusannya sendiri tentang feature. Jadi, tidak
ada rumusan tunggal tentang pengertian feature.
Yang
jelas, feature adalah sebuah tulisan jurnalistik juga, namun tidak selalu harus
mengikuti rumus klasik 5W + 1 H dan bisa dibedakan dengan news, artikel
(opini), kolom, dan analisis berita. Feature hakekatnya adalah tulisan gaya
persuasif dengan usaha mengambil simpati dan menggesek emosi pembaca atas
sebuah kasus yang tersaji dalam pemberitaan. Cerita feature adalah artikel yang
kreatif, kadang-kadang subyektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat
senang memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau
aspek kehidupan.
Contoh
Feature
Gunung
Api Purba, Wisata Asik, Harga Irit
Di
jalan aspal yang cukup kecil, rombongan Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan
kelas B dan C beriringan memacu motornya menuju tempat Wisata Gunung Api Purba.
Perjalanan yang cukup panjang itu hampir terbayar. Gelak tawa dan canda
mewarnai perjalanan yang memenatkan itu. Rasa tidak sabar pun semakin mengebu
ketika rombongan hampir sampai di Wisata Gunung Api Purba.
Akhirnya,
perjalanan panjang yang memenatkan itu dapat terlunaskan dengan sajian alam
yang sangat menakjubkan. Gunung batu yang menjulang tinggi, dihiasi sawah yang
membentang disetiap sisi lereng dengan suasana pedesaan yang masih natural
telah mengobati seluruh rasa capek dan bosan saat di perjalanan. Gunung Batu
yang terletak di daerah Ngelanggeran itu sudah di padati pengunjung sejak jam
10 Pagi. Membuat para pengunjung banyak berdatangan untuk melihat salah satu
keindahan alam yang menakjubkan itu. Walau bukan hari libur kerja atau tanggal
merah, Gunung Api Purba tetap dibanjiri pengunjung dari dalam dan luar Kota.
Dengan
harga tiket masuk yang hanya Rp 3.000, pengunjung sudah bisa menikmati
keindahan Gunung Api Purba. Sebelum memasuki jalan mendaki menuju puncak
gunung, terdapat sebuah Pendop yang luas, dan terlihat menarik dengan di hiasi
berbagai foto-foto eksklusif para pengunjung. Pendopo ini sering digunakan para
pengunjung untuk beristirahat atau sekedar ngobrol dan bercanda ria. Tak jauh
dari Pendopo, terdapat kolam berisi air yang mengalir dari sumber mata air
Gunung Api Purba. Air yang jernih dan dingin itu sering digunakan para
pengunjung untuk membasuh anggota tubuh yang kotor selepas mendaki Gunung. Ada
juga sebagian pengunjung yang Wudhu menggunakan air bersih itu.
Setelah
bangunan Pendopo dan Kolam, terdapat anakan-anakan tangga yang kecil, jalan
menuju atas gunung. Diawal jalan, terdapat Dua sepanduk besar. Sepanduk pertama
memuat catatan tentang sejarah Gunung Api Purba dan kaitannya dengan Budaya
masyarakat setempat. Di sepanduk yang kedua terpampang denah dan rute kawasan
Gunung Api Purba, untuk mempermudah Wisatawan menuju puncak Gunung. Medan jalan
yang dulunya terjal dan berbatu, kini telah disulap menjadi anakan-anakan
tangga kecil yang dibuat oleh pengurus setempat. Selain itu, di setiap medan
yang cukup curam terdapat tali tambang untuk mempermudah Wisatawan melaluinya.
Di
tengah jalan mendaki, terdapat medan yang sempit dan berbatu. Jalan sempit yang
di himpit tembok batu itu sering membuat Wisatawan kesusahan melaluinya.
Terutama sehabis hujan turun, disalah satu tangga naik yang terbuat dari batang
pohon bulat di penuhi dengan lumpur licin yang ditinggalkan jejak kaki, membuat
Wisatawan berdebar-debar melaluinya. Namun, kondisi seperti itu tidak
mengurungkan niat para pengunjung untuk mencapai puncak Gunung dan melihat
keindahannya. Salah satu kendala yang menghambat di medan ini adalah, ketika
ada pengunjung yang berbadan Gemuk, akan sulit melalui medan yang sempit itu.
Gunung
indah yang memiliki 4 puncak itu cukup menguras tenaga untuk mencapai di setiap
puncaknya. Wisatawan seringkali hanya sampai pada puncak pertama saja, akibat
kelelahan dan khawatir susah untuk turun kembali, membuat para Wisatawan
mengurungkan niatnya untuk mendaki ke puncak yang lebih tinggi. Walau hanya
sampai pada puncak petama, para Wisatawan sudah merasa senang. Dengan
pemadangan yang indah, dan hembusan angin yang semilir mmbuat para Wisatawan
terhanyut dalam pesona kemolekan Gunung Api Purba. Di ketinggian puncak
pertama, kita sudah bisa melihat kawan Gunung Kidul dan Yogyakarta dari jarak
jauh.
Selain
sebagai obejk wisata, Gunung Api Purba juga sering digunakan untuk Olahraga
Panjat Tebing. Permukaan tebing yang kasar berbatu dan ketinggian yang curam,
cukup memacu adrenalin para Olahragawan Panjat Tebing. Banyak para pemanjat,
baik yang ahli, maupun yang masih belajar, berlomba untuk mencapai puncak lebih
dulu. Bahkan, ada sebagian pemanjat yang tidak menggunakan alat bantu ketika
memanjat tebing yang tinggi itu. Para pemanjat terus mencoba setiap sisi tebing
yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Mereka terus bersemangat
untuk menaklukan seluruh tebing Gunung Api Purba.
Di
atas puncak, banyak Wisatawan yang mengabadikan momen indah itu dengan
berfoto-foto. Baik hanya sekedar memfoto pemandangan sekitar, atau foto
bersama-sama. Keindahan alam yang mempesona itu, juga tidak luput dari incaran
para Fotographer. Objek alam yang natural dan fresh membuat para Fotographer
berlomba untuk mencari penampakan yang menarik. Kawasan yang indah, bersih, nan
eksotis membuat Gunung Api Purba menjadi salah satu objek wisata idola para
Wisatawan yang suka dengan objek wisata
alam yang masih natural.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar