Blogger Widgets Cyber Media: FEATURE https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoLw36fAfZDnO_haRMGJdZdNzOoWbCtS5GdygcjT07wcio2ByY7CF5jSiD46SRBBOHJbPa5bUiWW3iFIb3TU1blhrGai6Uhal313-i5oQPZSOcuIrXIrZTBN6rtIIGR_8kMX-X-SPR9KY/s128-no/Loading4.GIF Blogger Widgets

Rabu, 15 Oktober 2014

FEATURE


FEATURE
Feature adalah karangan lengkap non fiksi yang dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kreativitas dan daya pikat manusiawi (human interest) untuk mencapai tujuan memberi tahu, menghibur, mendidik, dan meyakinkan pembaca. Sampai saat ini para ahli jurnalistik belum ada kesepakatan mengenai batasan feature. Masing-masing ahli memberikan rumusannya sendiri tentang feature. Jadi, tidak ada rumusan tunggal tentang pengertian feature.
Yang jelas, feature adalah sebuah tulisan jurnalistik juga, namun tidak selalu harus mengikuti rumus klasik 5W + 1 H dan bisa dibedakan dengan news, artikel (opini), kolom, dan analisis berita. Feature hakekatnya adalah tulisan gaya persuasif dengan usaha mengambil simpati dan menggesek emosi pembaca atas sebuah kasus yang tersaji dalam pemberitaan. Cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subyektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan.
Contoh Feature
Gunung Api Purba, Wisata Asik, Harga Irit
Di jalan aspal yang cukup kecil, rombongan Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan kelas B dan C beriringan memacu motornya menuju tempat Wisata Gunung Api Purba. Perjalanan yang cukup panjang itu hampir terbayar. Gelak tawa dan canda mewarnai perjalanan yang memenatkan itu. Rasa tidak sabar pun semakin mengebu ketika rombongan hampir sampai di Wisata Gunung Api Purba.
Akhirnya, perjalanan panjang yang memenatkan itu dapat terlunaskan dengan sajian alam yang sangat menakjubkan. Gunung batu yang menjulang tinggi, dihiasi sawah yang membentang disetiap sisi lereng dengan suasana pedesaan yang masih natural telah mengobati seluruh rasa capek dan bosan saat di perjalanan. Gunung Batu yang terletak di daerah Ngelanggeran itu sudah di padati pengunjung sejak jam 10 Pagi. Membuat para pengunjung banyak berdatangan untuk melihat salah satu keindahan alam yang menakjubkan itu. Walau bukan hari libur kerja atau tanggal merah, Gunung Api Purba tetap dibanjiri pengunjung dari dalam dan luar Kota.
Dengan harga tiket masuk yang hanya Rp 3.000, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan Gunung Api Purba. Sebelum memasuki jalan mendaki menuju puncak gunung, terdapat sebuah Pendop yang luas, dan terlihat menarik dengan di hiasi berbagai foto-foto eksklusif para pengunjung. Pendopo ini sering digunakan para pengunjung untuk beristirahat atau sekedar ngobrol dan bercanda ria. Tak jauh dari Pendopo, terdapat kolam berisi air yang mengalir dari sumber mata air Gunung Api Purba. Air yang jernih dan dingin itu sering digunakan para pengunjung untuk membasuh anggota tubuh yang kotor selepas mendaki Gunung. Ada juga sebagian pengunjung yang Wudhu menggunakan air bersih itu.
Setelah bangunan Pendopo dan Kolam, terdapat anakan-anakan tangga yang kecil, jalan menuju atas gunung. Diawal jalan, terdapat Dua sepanduk besar. Sepanduk pertama memuat catatan tentang sejarah Gunung Api Purba dan kaitannya dengan Budaya masyarakat setempat. Di sepanduk yang kedua terpampang denah dan rute kawasan Gunung Api Purba, untuk mempermudah Wisatawan menuju puncak Gunung. Medan jalan yang dulunya terjal dan berbatu, kini telah disulap menjadi anakan-anakan tangga kecil yang dibuat oleh pengurus setempat. Selain itu, di setiap medan yang cukup curam terdapat tali tambang untuk mempermudah Wisatawan melaluinya.
Di tengah jalan mendaki, terdapat medan yang sempit dan berbatu. Jalan sempit yang di himpit tembok batu itu sering membuat Wisatawan kesusahan melaluinya. Terutama sehabis hujan turun, disalah satu tangga naik yang terbuat dari batang pohon bulat di penuhi dengan lumpur licin yang ditinggalkan jejak kaki, membuat Wisatawan berdebar-debar melaluinya. Namun, kondisi seperti itu tidak mengurungkan niat para pengunjung untuk mencapai puncak Gunung dan melihat keindahannya. Salah satu kendala yang menghambat di medan ini adalah, ketika ada pengunjung yang berbadan Gemuk, akan sulit melalui medan yang sempit itu.
Gunung indah yang memiliki 4 puncak itu cukup menguras tenaga untuk mencapai di setiap puncaknya. Wisatawan seringkali hanya sampai pada puncak pertama saja, akibat kelelahan dan khawatir susah untuk turun kembali, membuat para Wisatawan mengurungkan niatnya untuk mendaki ke puncak yang lebih tinggi. Walau hanya sampai pada puncak petama, para Wisatawan sudah merasa senang. Dengan pemadangan yang indah, dan hembusan angin yang semilir mmbuat para Wisatawan terhanyut dalam pesona kemolekan Gunung Api Purba. Di ketinggian puncak pertama, kita sudah bisa melihat kawan Gunung Kidul dan Yogyakarta dari jarak jauh.
Selain sebagai obejk wisata, Gunung Api Purba juga sering digunakan untuk Olahraga Panjat Tebing. Permukaan tebing yang kasar berbatu dan ketinggian yang curam, cukup memacu adrenalin para Olahragawan Panjat Tebing. Banyak para pemanjat, baik yang ahli, maupun yang masih belajar, berlomba untuk mencapai puncak lebih dulu. Bahkan, ada sebagian pemanjat yang tidak menggunakan alat bantu ketika memanjat tebing yang tinggi itu. Para pemanjat terus mencoba setiap sisi tebing yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Mereka terus bersemangat untuk menaklukan seluruh tebing Gunung Api Purba.
Di atas puncak, banyak Wisatawan yang mengabadikan momen indah itu dengan berfoto-foto. Baik hanya sekedar memfoto pemandangan sekitar, atau foto bersama-sama. Keindahan alam yang mempesona itu, juga tidak luput dari incaran para Fotographer. Objek alam yang natural dan fresh membuat para Fotographer berlomba untuk mencari penampakan yang menarik. Kawasan yang indah, bersih, nan eksotis membuat Gunung Api Purba menjadi salah satu objek wisata idola para Wisatawan yang suka dengan objek wisata  alam yang masih natural.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar