KONVERGENSI MEDIA
Tugas Ini Diajukan Untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Cyber Media
Disusun Oleh :
LITA PUSPITASARI 122050017
UNIVERSITAS PASUNDAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
BANDUNG
2014
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
A. Pengertian
Konvergensi
Konvergensi adalah
Kemampuan jaringan yang berbeda-beda untuk membawa layanan yang serupa
(seperti: voice over Internet Protocol (VoIP) atau suara melalui switched
network, video melalui televisi kabel atau Asynchronous Digital Subscriber Line
(ADSL) atau, kemungkinan lain, kemampuan untuk memberikan berbagai layanan
melalui jaringan tunggal seperti yang disebut triple play”.
Dalam arti paling umum,
konvergensi berarti runtuhnya penghalang lama yang sebelumnya memisahkan ICTS
menurut sejumlah dimensi: antara industri dan industri, antara aplikasi dan
aplikasi, antara produser dan konsumen, antara negara dan negara. Masing-masing
mempengaruhi kepemilikan minoritas, penggunaan dan akses teknologi informasi
(IT) dengan berbagai cara.
Konvergensi adalah
adalah peningkatan digitalisasi , konten tipe yang berbeda
(data,audio,suara,video) diletakkan dalam suatu format yang sama dan dikirim
terus melalui variasi teknologi (komputer,handphone,televisi) atau diteruskan
pada platform yang berbeda. Secara garis besar konvergensi terdiri dari
teknologi dan media (konten).
Konvergensi teknologi
terjadi ketika beberapa produk secara bersamaan berada dalam satu produk dengan
segala keuntungannya.
B. Pengertian
Media dan Jenis-Jenis Media
Media adalah
segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau
pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata
“medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti "perantara"
atau "pengantar", yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan
penerima pesan (a receiver). Jadi, dalam pengertian yang lain, media adalah
alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator
kepada khalayak. Banyak ahli dan juga organisasi yang memberikan batasan.
Jenis-jenis media secara umum dapat dibagi menjadi:
Media Visual: media visual adalah media yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat mudah untuk didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk didapatkan maupun dibuat sendiri. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya.
Media Audio: media audio adalah media yang bisa
didengar saja, menggunakan indra telinga sebagai salurannya. Contohnya: suara,
musik dan lagu, alat musik, siaran radio dan kaset suara atau CD dan
sebagainya.
Media Audio Visual: media audio visual adalah media
yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra
pendengaran dan penglihatan secara bersamaan. Contohnya: media drama,
pementasan, film, televisi dan media yang sekarang menjamur, yaitu VCD.
Internet termasuk dalam bentuk media audio visual, tetapi lebih lengkap dan
menyatukan semua jenis format media, disebut Multimedia karena berbagai format
ada dalam internet.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Konvergensi Media
Konvergensi media penggabungan atau pengintegrasian dari media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan. Konvergensi media biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang dimungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan. Konvergensi media adalah penggabungan atau menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa, seperti media cetak, radio, televisi, Internet, bersama dengan teknologi-teknologi portabel dan interaktifnya, melalui berbagai platform presentasi digital. Dalam perumusan yang lebih sederhana, konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, komputer, televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal. Gerakan konvergensi media tumbuh berkat adanya kemajuan teknologi akhir-akhir ini, khususnya dari munculnya Internet dan digitisasi informasi. Konvergensi media ini menyatukan ”tiga-C” (computing, communication, dan content). Jika dijabarkan di level perusahaan, maka konvergensi ini menyatukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang informasi (komputer), jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten (penerbit buku, suratkabar, majalah, stasiun TV, radio, musik, film, dan hiburan).
Konvergensi media penggabungan atau pengintegrasian dari media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan. Konvergensi media biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang dimungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan. Konvergensi media adalah penggabungan atau menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa, seperti media cetak, radio, televisi, Internet, bersama dengan teknologi-teknologi portabel dan interaktifnya, melalui berbagai platform presentasi digital. Dalam perumusan yang lebih sederhana, konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, komputer, televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal. Gerakan konvergensi media tumbuh berkat adanya kemajuan teknologi akhir-akhir ini, khususnya dari munculnya Internet dan digitisasi informasi. Konvergensi media ini menyatukan ”tiga-C” (computing, communication, dan content). Jika dijabarkan di level perusahaan, maka konvergensi ini menyatukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang informasi (komputer), jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten (penerbit buku, suratkabar, majalah, stasiun TV, radio, musik, film, dan hiburan).
2. Pengertian Konvergensi Media
Konvergensi media tidak hanya pergeseran teknologi atau proses teknologi, namun juga termasuk pergeseran dalam paradigma industri, budaya, dan sosial yang mendorong konsumen untuk mencari informasi baru. Konvergensi media terjadi dengan melihat bagaimana individu berinteraksi dengan orang lain pada tingkat sosial dan menggunakan berbagai platform media untuk menciptakan pengalaman baru, bentuk-bentuk baru media dan konten yang menghubungkan kita secara sosial, dan tidak hanya kepada konsumen lain, tetapi untuk para produsen perusahaan media.
Gerakan konvergensi media tumbuh secara khusus dari munculnya internet dan digitalisasi informasi. konvergensi media ini menyentuh 3C yaitu computing (memasukan data melalui komputer) communication (komunikasi) dan content (materi isi/ konten). Teori konvergensi media yang diteliti oleh Henry Jenkins pada tahun 2006, menyatakan bahwa konvergensi media merupakan proses yang terjadi sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat.
3. Konvergensi Media di Indonesia
Konvergensi media tidak hanya pergeseran teknologi atau proses teknologi, namun juga termasuk pergeseran dalam paradigma industri, budaya, dan sosial yang mendorong konsumen untuk mencari informasi baru. Konvergensi media terjadi dengan melihat bagaimana individu berinteraksi dengan orang lain pada tingkat sosial dan menggunakan berbagai platform media untuk menciptakan pengalaman baru, bentuk-bentuk baru media dan konten yang menghubungkan kita secara sosial, dan tidak hanya kepada konsumen lain, tetapi untuk para produsen perusahaan media.
Gerakan konvergensi media tumbuh secara khusus dari munculnya internet dan digitalisasi informasi. konvergensi media ini menyentuh 3C yaitu computing (memasukan data melalui komputer) communication (komunikasi) dan content (materi isi/ konten). Teori konvergensi media yang diteliti oleh Henry Jenkins pada tahun 2006, menyatakan bahwa konvergensi media merupakan proses yang terjadi sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat.
3. Konvergensi Media di Indonesia
Kisah konvergensi media di Indonesia adalah buah dari
proses perubahan gradual yang melanda industri media itu sendiri. Efisiensi,
perluasan pasar, kecepatan menyiarkan, dan integrasi sumberdaya adalah esensi
konvergensi media di Indonesia. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi
penopang di bawahnya. Hampir satu dekade belakangan, industri media di
Indonesia mengalami hingar-bingar seiring kemajuan pesat teknologi informasi
dan komunikasi. Awalnya adalah ketika sejumlah media melakukan resizing dan
reformat produk, terutama suratkabar harian, pada medio dekade 2000-an.
Perubahan format itu membawa implikasi pada penyesuaian ukuran dan kualitas
konten di masing-masing media. Budaya jurnalisme pun ikut berubah. Gaya menulis
tidak bisa lagi sepanjang dan sebanyak tatkala masih menggunakan ukuran dan
format lama (murni broadsheet). Ini karena surakatkabar-suratkabar di Indonesia
telah mengubah ukuran produk mereka menjadi enam atau tujuh kolom (junior
broadsheet), bahkan hingga yang berukuran kompak (compact size).
Pada saat yang bersamaan, sejumlah perusahaan media
cetak mulai serius mengembangkan versi digitalnya. Patut dicatat, hampir satu
dekade sebelumnya, beberapa perusahaan suratkabar telah merilis versi online,
seperti Republika dan Kompas, namun baru sekadar sebagai komplimentari versi
cetak dan belum digarap serius dalam konteks konvergensi media. Perubahan
format tersebut dipicu oleh tren multimedia yang dihasilkan teknologi
komunikasi melalui kehadiran internet. Belakangan, internet dan mobile
communication menjadikan orang semakin mudah mengakses informasi media melalui
aneka platform. Secara umum, dalam kasus Indonesia, konvergensi media berangkat
dari basis model suratkabar cetak yang berkolaborasi dengan versi online.
Inilah jejak otentik konvergensi media di Indonesia. Dalam perkembangannya
kemudian, kolaborasi surakabar cetak dengan media online, lalu menular dengan
mengikutsertakan medium radio dan televisi dalam line up konvergensi. Bahkan,
model lain yang berangkat dari majalah cetak dan online juga.
4. Dampak yang paling umum, konvergensi adalah mendobrak hambatan tua yang
pernah dibagi komunikasi sepanjang beberapa dimensi: antara industri dan
industri, antara aplikasi dan aplikasi, antara produser dan konsumen, dan
antara negara dan negara. Sebuah perubahan terjadi dalam konsumsi teknologi
media. Konsumsi membuat konvergensi bergerak dari modus tradisional konsumsi
media. Apa yang sekali kegiatan soliter dan tunggal, misalnya, mendengarkan
radio awal, telah berubah menjadi pengalaman, berbagi kolektif tidak hanya
penerimaan isi media, tetapi juga dalam bentuk teks media yang diterima. Apa
yang membuat konvergensi konsumsi unik adalah bahwa pengguna membayar perhatian
dan waspada terhadap media bersaing pada satu waktu. Dengan konvergensi
teknologi media, penelitian awal di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan dan
konsumsi teknologi media, baik lama dan baru, sedang berubah tidak dapat
dibatalkan. Bersaing surat kabar dan stasiun televisi dari aliansi untuk
memenuhi berbagai teknologi, editorial, peraturan dan berbasis pasar peluang
dan tantangan. Hari ini, media konvergensi memicu berbagai sosial, politik,
sengketa ekonomi dan hukum karena bertentangan tujuan konsumen, produsen dan
gatekeeper. Dengan konvergensi media, bentuk-bentuk baru menggunakan media
telah muncul: pengguna dapat meningkatkan pertemuan media dengan mengendalikan
aliran informasi dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi tidak hanya dengan
media itu sendiri, tetapi juga penyedia konten dan pengguna lainnya.
Implikasinya adalah bahwa konsumen menjadi kurang dan kurang bergantung pada
semua jenis media tunggal dan kurang dan kurang setia untuk semua jenis media
tunggal. Mereka bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan pada saat mereka
membutuhkannya dari sumber apa pun media yang tersedia.
BAB III
KESIMPULAN
Praktik konvergensi media dapat dimaknai sebagai penggabungan konten melalui
beberapa platform media yang mengakibatkan perubahan perilaku bermedia bagi
audiens. Model ini menggambarkan komunikasi sebagai sebuah proses yang berkesinambungan,
dimana diantara partisipan terdapat saling tukar informasi dalam upaya untuk
mencapai mutual understanding. Oleh karena itu jaringan komunikasi dapat
dilihat dari interkoneksi antar indvidu yang dihubungkan oleh pola pertukaran
informasi. Tren konvergensi media mulai deras bermunculan sejak munculnya internet
yang membawa perubahan signifikan dalam hal teknologi komunikasi. Salah satu
produk dari konvergensi media yang cukup akrab dengan masyarakat adalah radio
internet.
Sumber :
https://erikmontana.wordpress.com/2011/03/22/konvergensi-media-dampak-dan-tantangannya/https://erikmontana.wordpress.com/2011/03/22/konvergensi-media-dampak-dan-tantangannya/
http://id.wikipedia.org/wiki/Konvergensi_media
Sumber :
https://erikmontana.wordpress.com/2011/03/22/konvergensi-media-dampak-dan-tantangannya/https://erikmontana.wordpress.com/2011/03/22/konvergensi-media-dampak-dan-tantangannya/
http://id.wikipedia.org/wiki/Konvergensi_media

Tidak ada komentar:
Posting Komentar