Blogger Widgets Cyber Media: MAKALAH KONVERGENSI MEDIA https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoLw36fAfZDnO_haRMGJdZdNzOoWbCtS5GdygcjT07wcio2ByY7CF5jSiD46SRBBOHJbPa5bUiWW3iFIb3TU1blhrGai6Uhal313-i5oQPZSOcuIrXIrZTBN6rtIIGR_8kMX-X-SPR9KY/s128-no/Loading4.GIF Blogger Widgets

Rabu, 03 Desember 2014

MAKALAH KONVERGENSI MEDIA


KONVERGENSI MEDIA


Tugas Ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Cyber Media



Disusun Oleh :
LITA PUSPITASARI            122050017









UNIVERSITAS PASUNDAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
BANDUNG
2014


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
A.    Pengertian Konvergensi
Konvergensi adalah Kemampuan jaringan yang berbeda-beda untuk membawa layanan yang serupa (seperti: voice over Internet Protocol (VoIP) atau suara melalui switched network, video melalui televisi kabel atau Asynchronous Digital Subscriber Line (ADSL) atau, kemungkinan lain, kemampuan untuk memberikan berbagai layanan melalui jaringan tunggal seperti yang disebut triple play”.
Dalam arti paling umum, konvergensi berarti runtuhnya penghalang lama yang sebelumnya memisahkan ICTS menurut sejumlah dimensi: antara industri dan industri, antara aplikasi dan aplikasi, antara produser dan konsumen, antara negara dan negara. Masing-masing mempengaruhi kepemilikan minoritas, penggunaan dan akses teknologi informasi (IT) dengan berbagai cara.
Konvergensi adalah adalah peningkatan digitalisasi , konten tipe yang berbeda (data,audio,suara,video) diletakkan dalam suatu format yang sama dan dikirim terus melalui variasi teknologi (komputer,handphone,televisi) atau diteruskan pada platform yang berbeda. Secara garis besar konvergensi terdiri dari teknologi dan media (konten).
Konvergensi teknologi terjadi ketika beberapa produk secara bersamaan berada dalam satu produk dengan segala keuntungannya.
B.     Pengertian Media dan Jenis-Jenis Media
Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti "perantara" atau "pengantar", yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Jadi, dalam pengertian yang lain, media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Banyak ahli dan juga organisasi yang memberikan batasan.

Jenis-jenis media secara umum dapat dibagi menjadi:

Media Visual: media visual adalah media yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat mudah untuk didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk didapatkan maupun dibuat sendiri. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya.
Media Audio: media audio adalah media yang bisa didengar saja, menggunakan indra telinga sebagai salurannya. Contohnya: suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio dan kaset suara atau CD dan sebagainya.
Media Audio Visual: media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, film, televisi dan media yang sekarang menjamur, yaitu VCD. Internet termasuk dalam bentuk media audio visual, tetapi lebih lengkap dan menyatukan semua jenis format media, disebut Multimedia karena berbagai format ada dalam internet.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Konvergensi Media
Konvergensi media penggabungan atau pengintegrasian dari media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan. Konvergensi media biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang dimungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan. Konvergensi media adalah penggabungan atau menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa, seperti media cetak, radio, televisi, Internet, bersama dengan teknologi-teknologi portabel dan interaktifnya, melalui berbagai platform presentasi digital. Dalam perumusan yang lebih sederhana, konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, komputer, televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal. Gerakan konvergensi media tumbuh berkat adanya kemajuan teknologi akhir-akhir ini, khususnya dari munculnya Internet dan digitisasi informasi. Konvergensi media ini menyatukan ”tiga-C” (computing, communication, dan content). Jika dijabarkan di level perusahaan, maka konvergensi ini menyatukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang informasi (komputer), jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten (penerbit buku, suratkabar, majalah, stasiun TV, radio, musik, film, dan hiburan).


2. Pengertian Konvergensi Media
Konvergensi media tidak hanya pergeseran teknologi atau proses teknologi, namun juga termasuk pergeseran dalam paradigma industri, budaya, dan sosial yang mendorong konsumen untuk mencari informasi baru. Konvergensi media terjadi dengan melihat bagaimana individu berinteraksi dengan orang lain pada tingkat sosial dan menggunakan berbagai platform media untuk menciptakan pengalaman baru, bentuk-bentuk baru media dan konten yang menghubungkan kita secara sosial, dan tidak hanya kepada konsumen lain, tetapi untuk para produsen perusahaan media.
Gerakan konvergensi media tumbuh secara khusus dari munculnya internet dan digitalisasi informasi. konvergensi media ini menyentuh 3C yaitu computing (memasukan data melalui komputer) communication (komunikasi) dan content (materi isi/ konten). Teori konvergensi media yang diteliti oleh Henry Jenkins pada tahun 2006, menyatakan bahwa konvergensi media merupakan proses yang terjadi sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat.
3. Konvergensi Media di Indonesia
Kisah konvergensi media di Indonesia adalah buah dari proses perubahan gradual yang melanda industri media itu sendiri. Efisiensi, perluasan pasar, kecepatan menyiarkan, dan integrasi sumberdaya adalah esensi konvergensi media di Indonesia. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi penopang di bawahnya. Hampir satu dekade belakangan, industri media di Indonesia mengalami hingar-bingar seiring kemajuan pesat teknologi informasi dan komunikasi. Awalnya adalah ketika sejumlah media melakukan resizing dan reformat produk, terutama suratkabar harian, pada medio dekade 2000-an. Perubahan format itu membawa implikasi pada penyesuaian ukuran dan kualitas konten di masing-masing media. Budaya jurnalisme pun ikut berubah. Gaya menulis tidak bisa lagi sepanjang dan sebanyak tatkala masih menggunakan ukuran dan format lama (murni broadsheet). Ini karena surakatkabar-suratkabar di Indonesia telah mengubah ukuran produk mereka menjadi enam atau tujuh kolom (junior broadsheet), bahkan hingga yang berukuran kompak (compact size).

Pada saat yang bersamaan, sejumlah perusahaan media cetak mulai serius mengembangkan versi digitalnya. Patut dicatat, hampir satu dekade sebelumnya, beberapa perusahaan suratkabar telah merilis versi online, seperti Republika dan Kompas, namun baru sekadar sebagai komplimentari versi cetak dan belum digarap serius dalam konteks konvergensi media. Perubahan format tersebut dipicu oleh tren multimedia yang dihasilkan teknologi komunikasi melalui kehadiran internet. Belakangan, internet dan mobile communication menjadikan orang semakin mudah mengakses informasi media melalui aneka platform. Secara umum, dalam kasus Indonesia, konvergensi media berangkat dari basis model suratkabar cetak yang berkolaborasi dengan versi online. Inilah jejak otentik konvergensi media di Indonesia. Dalam perkembangannya kemudian, kolaborasi surakabar cetak dengan media online, lalu menular dengan mengikutsertakan medium radio dan televisi dalam line up konvergensi. Bahkan, model lain yang berangkat dari majalah cetak dan online juga.
4. Dampak yang paling umum, konvergensi adalah mendobrak hambatan tua yang pernah dibagi komunikasi sepanjang beberapa dimensi: antara industri dan industri, antara aplikasi dan aplikasi, antara produser dan konsumen, dan antara negara dan negara. Sebuah perubahan terjadi dalam konsumsi teknologi media. Konsumsi membuat konvergensi bergerak dari modus tradisional konsumsi media. Apa yang sekali kegiatan soliter dan tunggal, misalnya, mendengarkan radio awal, telah berubah menjadi pengalaman, berbagi kolektif tidak hanya penerimaan isi media, tetapi juga dalam bentuk teks media yang diterima. Apa yang membuat konvergensi konsumsi unik adalah bahwa pengguna membayar perhatian dan waspada terhadap media bersaing pada satu waktu. Dengan konvergensi teknologi media, penelitian awal di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan dan konsumsi teknologi media, baik lama dan baru, sedang berubah tidak dapat dibatalkan. Bersaing surat kabar dan stasiun televisi dari aliansi untuk memenuhi berbagai teknologi, editorial, peraturan dan berbasis pasar peluang dan tantangan. Hari ini, media konvergensi memicu berbagai sosial, politik, sengketa ekonomi dan hukum karena bertentangan tujuan konsumen, produsen dan gatekeeper. Dengan konvergensi media, bentuk-bentuk baru menggunakan media telah muncul: pengguna dapat meningkatkan pertemuan media dengan mengendalikan aliran informasi dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi tidak hanya dengan media itu sendiri, tetapi juga penyedia konten dan pengguna lainnya. Implikasinya adalah bahwa konsumen menjadi kurang dan kurang bergantung pada semua jenis media tunggal dan kurang dan kurang setia untuk semua jenis media tunggal. Mereka bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan pada saat mereka membutuhkannya dari sumber apa pun media yang tersedia.

BAB III
KESIMPULAN
Praktik konvergensi media dapat dimaknai sebagai penggabungan konten melalui beberapa platform media yang mengakibatkan perubahan perilaku bermedia bagi audiens. Model ini menggambarkan komunikasi sebagai sebuah proses yang berkesinambungan, dimana diantara partisipan terdapat saling tukar informasi dalam upaya untuk mencapai mutual understanding. Oleh karena itu jaringan komunikasi dapat dilihat dari interkoneksi antar indvidu yang dihubungkan oleh pola pertukaran informasi. Tren konvergensi media mulai deras bermunculan sejak munculnya internet yang membawa perubahan signifikan dalam hal teknologi komunikasi. Salah satu produk dari konvergensi media yang cukup akrab dengan masyarakat adalah radio internet.


Sumber :
https://erikmontana.wordpress.com/2011/03/22/konvergensi-media-dampak-dan-tantangannya/https://erikmontana.wordpress.com/2011/03/22/konvergensi-media-dampak-dan-tantangannya/
http://id.wikipedia.org/wiki/Konvergensi_media








Tidak ada komentar:

Posting Komentar