CITIZEN JOURNALISM
Tugas Ini
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah
Cyber Media
Disusun
Oleh :
LITA
PUSPITASARI
122050017
UNIVERSITAS
PASUNDAN
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN
ILMU KOMUNIKASI
BANDUNG
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun
panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wataala, karena berkat rahmat-Nya saya
bisa menyelesaikan makalah yang berjudul CITIZEN JOURNALISM. Makalah ini
diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Cyber Media.
Makalah ini bertujuan untuk memberikan manfaat
pengetahuan kepada para pembaca, dan juga untuk memenuhi salah satu tugas yang
diberikan oleh dosen kami.
Saya mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi
sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini
memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan
dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Bandung, 10 Desember 2014
BAB
I
PENDAHULUAN
Citizen
journalism, selanjutnya disebut CJ, akhir-akhir ini menjadi perbincangan para
pakar media internasional karena di beberapa negara ternyata memiliki kemampuan
menjadi media alternatif bagi warga, bahkan pada beberapa kasus menyaingi
eksistensi jurnalisme profesional dalam hal ini televisi, surat kabar dan
radio. Sebut saja blog ohmynews.com di Korea Selatan yang efektif menyuarakan
aspirasi warganya, Stomp.sg milik warga Singapura dan malaysiakini.com milik warga
Malaysia yang disebut-sebut sebagai media oposisi pemerintah.
Pada
perkembangannya kemunculan CJ mendapatkan penolakan dari mainstream media yang
merasa citizen jurnalis bukan profesional yang bisa melakukan reportase
layaknya jurnalis profesional. Misalnya saja The New York Times yang
mempertanyakan keakuratan dan objektifitas hasil peliputan CJ. Tradisional
jurnalist juga mengaku skeptis dan menganggap CJ tidak dapat melakukan
peliputan dengan baik karena hanya jurnalist terlatih yang mengetahui etika
media saat melakukan peliputan.
Meski
mendapat kritikan pedas semacam ini, namun CJ terus berkembang, bahkan pada
beberapa peristiwa penting di dunia CJ menjadi pihak nomer 1 yang memberikan
informasi kepada masyarakat. Misalnya saja saat stunami terbesar di Samudera
Hindia, video dan informasi penting justru bersumber dari blog yang dimiliki
warga.
Jurnalisme
warga atau yang biasa disebut citizen journalism adalah kegiatan partisipasi
aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan,
analisis, serta penyampaian informasi dan berita. Jurnalisme warga merupakan
suatu tren baru yang akan terus berkembang di masyarakat.
Salah
satu fenomena aktual yang berkaitan dengan citizen journalis (jurnalisme warga
negara) dalam proses penyebaran informasi adalah maraknya aktivitas blog.
Kehadiran blog, menjadikan internet benar-benar diperhitungkan di dunia media.
Citizen journalism membuka ruang wacana bagi warga lebih meluas. Blog menjadi
bagian dari proses revolusi komunikasi. Kegiatan pemberitaan yang beralih ke
tangan orang biasa memungkinkan berlangsungnya pertukaran pandangan yang lebih
spontan dan lebih luas dari media konvensional. Intensitas dari partisipasi ini
adalah untuk menyediakan informasi yang independen, akurat, relevan yang
mewujudkan demokrasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Perkembangan di Indonesia
Kemunculan
jurnalisme warga di Indonesia bermula pada masa Orde Baru, saat Soeharto
berkuasa, di mana pada saat itu arus informasi dari media massa kepada
masyarakat dijaga ketat oleh pemerintah dan aparatnya. Masa Orde Baru yang
dikenal dengan sistem pers tertutupnya, memaksa pers untuk lebih mengedepankan
agenda kebijakan, khususnya kebijakan eksekutif. Pers lebih banyak memberitakan
kebijakan pemerintah. Dominannya penggunaan sumber berita eksekutif menjadikan
pemberitaan pers menjadi top down.
Di
Indonesia, jurnalisme ala warga telah hadir dalam keseharian melalui
acara-acara talkshow di radio khususnya sejak awal tahun 90-an. Karena dilarang
pemerintah menyiarkan program siaran berita, beberapa stasiun radio mengusung
format siaran informasi. Pada program siarannya, stasiun radio tersebut
(diantaranya adalah Radio Mara 106,7 FM di Bandung yang menjadi pionir siaran
seperti ini) menyiarkan acara talkshow yang mengajak pendengar untuk aktif
berpartisipasi melalui telepon untuk menyampaikan informasi maupun pendapat
tentang sebuah topik hangat. Pada masa orde baru acara siaran tersebut efektif
menjadi saluran khalayak menyampaikan keluhan terhadap kelemahan atau kezaliman
penguasa.
Setelah
UU Penyiaran No.32 Tahun 2002, kehadiran community based media di bidang
penyiaran pun akhirnya terakomodasi. kehadiran radio dan televisi komunitas
menjadi legal. Legalitas ini membuat peluang jurnalisme ala warga menjadi
semakin terbuka. Melalui radio atau televisi komunitas, warga bisa bertukar
informasi atau pendapat, tentang hal-hal terdekat dengan keseharian mereka,
yang biasanya luput diliput oleh media-media besar. Pada radio siaran, biaya
peralatan, operasional siaran dan pesawat penerima yang relative murah. Bahkan
beberapa stasiun televisi ada yang membuat program khusus untuk itu.
Sejumlah mailing list
menjadi pelarian warga yang mampu mengakses internet akibat media massa
konvensional saat itu tidak ada yang berani mengkritik rezim. Kehadiran blog
ini baru dianggap sebagai ancaman karena sifat interaktifnya, yang tidak
mungkin dilakukan media massa konvensional.
Kebutuhan
masyarakat akan informasi yang cepat dan lugas membuat citizen journalism kian
subur. Citizen journalism sendiri merupakan salah satu jalan yang digunakan
untuk mengembangkan sayap jurnalis, bergerilya lewat digital untuk misi
jurnalisme, sebagai wahana publik dalam bahasa merupakan jurnalisme akar
rumput.
B. Tujuan
Citizen Journalism
Citizen
journalism tidak bertujuan menciptakan keseragaman opini publik namun lebih
menitik beratkan pada “inilah yang terjadi di lingkungan kita”. Pemberitaan
citizen journalism lebih mendalam dengan proses penayangan berita di televisi,
dengan menggunakan visual dari masyarakat. Citizen journalism dinilai sebagai
bentuk partisipasi aktif masyarakat untuk menyuarakan pendapat secara lebih
leluasa, terstruktur, serta dapat diakses secara umum dan sekaligus menjadi
rujukan alternatif.
Agar
warga masyarakat dapat menerima informasi secara cepat dari berbagai
belahan dunia. Bagi orang-orang yang
sibuk, dan tidak sempat berinteraksi dengan suatu media massa ataupun media
elektronik. Citizen Journalism juga bertujuan untuk melatih masyarakat agar
dapat berinteraksi dan menyebarkan informasi secara cepat dan benar dan singkat,
padat, dan dapat dipercaya (realistis). Walaupun bukan jurnalis yang
profesional, masyarakat dapat mengabarkan sesuatu yang mungkin tadinya tidak
penting menjadi penting.
C. Kelebihan
Citizen Journalism
Dibandingkan
dengan implikasi-implikasi negatif yang ada, saya dapat mengakui bahwa pada
hakikatnya fenomena citizen journalism ini cukup banyak juga manfaatnya.
Citizen
journalism memacu orang untuk dapat berkarya lebih giat lagi dalam hal tulis
menulis. Semakin banyak penulis-penulis muda yang terlahir dengan bantuan
fenomena citizen journalism.
Saya merupakan salah
satu penggemar blog. Sebagai sgorang penggemar, saya merasakan betul dampak
kegemaran saya mengelola blog dengan penempatan minat saya dalam wadah yang
sesuai.
Keberadaan
citizen journalism juga sudah barang tentu meningkatkan wawasan masyarakat luas
tentang perkembangan isu yang terjadi di dunia. Uniknya lagi, masyarakat
sebagai subjek dan objek dari citizen journalism ini akan lebih kritis dalam
menghadapi persoalan.
Satu
hal yang terakhir yang diajrkan dari citizen journalism adalah ia mengajari
kita arti sebuah perbedaan. Selalu ada perbedaan pendapat, sikap, perilaku.
Semua hal itu adalah hal yang wajar, tergantung dari bagaimana masyarakat yang
bersangkutan menghadapi perbedaan tersebut.
D. Kelemahan
Citizen Journalism
Suatu
fenomena memang tak terlepas dengan implikasi-implikasi yang mengikutinya.
Diantara beragam implikasi yang mungkin terjadi, salah satunya tentu adalah
implikasi negative yang berujung pada sebuah kategori akhir bahwa hal tersebut
adalah kelemahan dari suatu hal yang kita teliti.
Citizen journalism.
Menceritakan sebuah kisah tentang kebebasan berpendapat yang kemudian dalam
pelaksanaannya cukup membuat insan pers khawatir. Bagaimana tidak, hal tersebut
bisa dikatakan adalah sebuah ladang yang tadinya ekslusif bagi para wartawan,
sekarang bisa dimasuki oleh siapapun juga.
Dalam sebuah situs
dikatakan, hal ini bisa jadi adalah sebuah ancaman tentang terbentuknya
kekuatan baru di samping kekuatan pers yang legal di mata pemerintah.
Ancaman
ataupun tidak sebenarnya hal tersebut tergantung dari bagaimana cara kita
menyikapinya.
Suatu fenomena akan menjadi suatu
masalah bila kita melihatnya dari sudut pandang negatifnya, tapi bisa saja
berubah menjadi suatu hal yang baik bila kita memang bisa mencari nilai-nilai
baik dari fenomena itu. Meskipun terkadang pencapaian ke arah itu memerlukan
perjuangan yang tidak mudah.
BAB III
KESIMPULAN
Perkembangan
Citizen Journalism di Indonesia bermula pada masa Orde Baru, dimana masa Orde
Baru dikenal dengan pers nya yang tertutup dan hanya mengedepankan berita yang
menyangkut kebijakan eksekutif. Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat
dan lugas memberikan ruang bagi citizen journalism untuk dapat berkembang pesat
dan mengembangkan kemampuan jurnalisnya yang didukung juga oleh perkembangan
teknologi yang semakin maju seperti internet dan media massa. Walaupun bukan
jurnalis yang profesional, masyarakat dapat mengabarkan sesuatu yang mungkin
tadinya tidak penting menjadi penting. Citizen journalism melatih masyarakat
untuk turut berpartisipasi aktif dalam melaporkan kejadian penting yang ada di
sekitarnya secara akurat , cepat, benar, dan dapat dipercaya untuk dapat di
sebarkan kepada khalayak luas. Dan secara tidak langsung Citizen Journalism ini
menjadi wadah bagi masyarakat untuk dapat menyalurkan informasi dan aspirasinya
kepada publik, sehingga publik cepat mengetahui berbagai informasi di
daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau oleh wartawan profesional media massa.
Sumber
http://media.kompasiana.com/new-media/2012/04/20/citizen-journalism-apa-dan-bagaimana-451185.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar